oleh

2 Tahun Sengsara di Dubai, Pemda KBB Fasilitasi Kepulangan TKW Asal Gununghalu Ini

Link Banner

Gununghalu, BANGBARA.COM. – Kisah miris tentang seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia yang mengalami masalah di Negara tempatnya bekerja kembali terjadi. Kali ini menimpa R, seorang warga Desa Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sutrisno, Kepala Seksi Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB menceritakan kepada Bangbara.com kisah tentang R, yang akhirnya kini bisa kembali ke rumahnya, saat ditemui pada Rabu (03/06/2020).

Link Banner

“Awalnya, R ini berangkat ke Dubai menjadi TKW secara Ilegal pada 2 tahun yang lalu. Setelah sempat bekerja baru saja 2 bulan sejak awal kedatangannya, R kabur kembali ke Agennya karena merasa tidak betah di tempat majikannya tersebut”, ujar Sutrisno membuka cerita.

Diceritakan selanjutnya R kembali bekerja kurang lebih selam 1 tahun 10 bulan sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) pada majikan lain, dimana setiap hari akan diantar jemput dari tempat kerjanya dengan tempat tinggalnya.

Nasib Naas menimpa R, karena ternyata pada suatu saat sang supir yang selalu mengantar jemput dirinya ini adalah Warga Negara Pakistan memberinya minuman hingga tak sadarkan diri lalu memperkosanya.

“Ketika R ini hamil, supir tersebut tidak mau bertanggung jawab hingga akhirnya R melaporkan supir tersebut ke Polisi dan akhirnya sang supir di Deportasi dari Dubai”, lanjut Sutrisno.

Kemalangan R ternyata belum usai. Saat kehamilannya mulai membesar, pihak Kepolisian di Dubai mempermasalahkan statusnya yang hamil tanpa suami yang akhirnya R harus menerima hukuman penjara selama 3 bulan sesuai hukum yang berlaku.

Ketika menjalani hukuman dalam penjara, R melahirkan anaknya yang mana akhirnya anaknya di asuh dan di urus oleh Pemerintah Dubai walaupun dirinya tetap bisa menyusui anak tercintanya tersebut.

Setelah menjalani hukuman 3 bulan dan akhirnya bebas, R dikembalikan oleh Pemerintah Dubai kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) karena dianggap telah menyalahi aturan tentang Imigrasi dan Asusila.

Baca Juga,  Pertama Kali Bupati KBB Melantik 127 Pejabat Secara Virtual Online, Ini Dia Daftar Nama Yang Dilantik

Singkat cerita, pada tanggal 29 Mei 2020 sekitar pukul 03.00 WIB, R akhirnya mendarat di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, dan kemudian untuk sementara tinggal di tempat milik Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Tangerang.

Sutrisno menjelaskan, dirinya yang mendapat kabar pada hari Senin (01/06/2020), dengan izin Bupati Aa Umbara Sutisna dan Kepala Disnakertrans KBB Iing Solihin langsung bekerjasama dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) Provinsi jawa Barat dan BP2MI Jakarta, untuk berkoordinasi mengenai penjemputan R.

suasana haru saat R kembali bertemu keluarganya, Rabu (03/06/2020).
suasana haru saat R kembali bertemu keluarganya, Rabu (03/06/2020).

“Akhirnya pagi tadi (Rabu, 03/06/2020), saya bersama Camat Gununghalu melakukan penjemputan di Tanggerang dan Alhamdulillah hari ini akhirnya R sudah bisa tiba di rumah dan berkumpul bersama keluarganya”, tutur Sutrisno.

Ditambahkannya bahwa R begitu tiba di Kecamatan Gununghalu, R kembali melakukan pemeriksaan Rapid Test, walaupun saat tiba di Jakarta sudah di Rapid. Setelah hasilnya non reaktif, R tetap diminta untuk tetap di rumah selama 18 hari untuk melakukan isolasi mandiri.

R berkumpul bersama keluarganya, didampingi petugas Puskemas Kecamatan Gununghalu. Rabu (03/06/2020).
R berkumpul bersama keluarganya, didampingi petugas Puskemas Kecamatan Gununghalu. Rabu (03/06/2020).

“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Jika ada masyarakat yang ingin menjadi Tenaga Kerja di luar negeri sebaiknya dengan cara legal mendaftar langsung ke Disnakertrans KBB atau melalui Kades atau Camat, jangan melalui calo yang ilegal karena pasti kalau ada apa-apa calo tidak akan bertanggung jawab”, tuturnya.

Hari Mustika selaku Camat Gununghalu saat dihubungi Bangbara mengakui bahwa permasalahan kesulitan ekonomi dan persyaratan untuk menjadi TKI/TKW yang legal yang sulit kadang membuat mereka mencari jalan pintas untuk bisa bekerja menjadi Tenaga Migran.

Keluarga R menerima bantuan dari Pemerintah KBB, Rabu (03/06/2020).
Keluarga R menerima bantuan dari Pemerintah KBB, Rabu (03/06/2020).

Dilanjutkan Hari, pihaknya bersama pengurus Desa dan Disnakertrans KBB selalu melakukan sosialisasi tentang cara menjadi TKI/TKW yang legal. Jika memang ada warga yang berminat, pasti akan dibantu untuk segala kelengkapannya.

Baca Juga,  Pemkab Bandung Barat Luncurkan Kembali 54 Ribu Paket Bansos Untuk Warga Terdampak Covid-19

Saya menghimbau agar warga masyarakat tidak tergiur dengan iming-iming calo tenaga kerja yang seolah-olah memudahkan dalam rekrutmen TKI. Kalaupun ada warga yang memang berkeinginan bisa menghubungi Disnaker KBB supaya bisa di arahkan ke Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang legal. Kami siap membantu untuk persyaratannya”, pungkasnya.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Link Banner
Link Banner

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed