Data Corona Indonesia

Terkonfirmasi
1,919,547
+8,189
Meninggal
53,116
+237
Sembuh
1,751,234
Active
115,197
Last updated: 15 Juni 2021 - 9:08 am (+07:00)

Data Corona Selengkapnya Klik di Sini

Indonesia
Terkonfirmasi 1,919,547 +8,189 new today Meninggal 53,116 +237 new today Sembuh 1,751,234 Active: 115,197 Last updated: 15 Juni 2021 - 9:08 am (+07:00)
Link Banner
1

2 Kecamatan di KBB Masuk Zona Merah Covid-19, Ini Langkah Antisipasi Pemda KBB

  • Bagikan
Ilustrasi Penyebaran Covid-19. (foto: mpku.or.id)
Ilustrasi Penyebaran Covid-19. (foto: mpku.or.id)
banner 728x90

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan perketat aturan penanganan Covid-19 karena KBB masuk menjadi salah satu wilayah selain Tasikmalaya yang masuk Zona Merah Covid-19 di Provinsi Jawa Barat (Jabar) saat ini.

“Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Lembang yang masuk Zona Merah, saya memutuskan untuk menutup tempat wisata selama sepekan, mulai dari tanggal 7 Mei-14 Mei 2021”, ujar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Hengki Kurniawan, dalam laman Instagram pribadinya, Rabu (05/05/2021).

banner 728x90 banner 728x90

Hengki meminta dan menghimbau kepada seluruh masyarakat KBB, untuk selalu disiplin menjalankan Protokol Kesehatan dan tetap waspada karena pandemi belum berakhir.

Hal tak jauh berbeda juga diungkapkan Asep Sehabudin, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) KBB, yang mengakui di wilayah KBB 2 wilayah masuk zona Merah Covid-19.

“Hari ini 2 wilayah di Jabar masuk Zona Merah Covid-19, yakni KBB dan Tasikmalaya. Di KBB sendiri 2 wilayah menjadi wilayah terbanyak yang positif Covid-19 yaitu Desa Tanimulya di Kecamatan Ngamprah, dan Desa Jayagiri di Kecamatan Lembang”, ujar Asep Sehabudin, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) KBB, saat ditemui Rabu (05/05/2021).

Asep sendiri ditemui Bangbara saat mendampingi kunjungan Tim dari Provinsi Jabar yang terdiri dari Asep Bayu, Kepala Seksi (Kasi) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Provinsi Jabar, Polres Cimahi dan Kodim di Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah.

“Kedatangan Tim dari Provinsi ini untuk lakukan sosialisasi dan edukasi di 2 wilayah di KBB yang masuk zona merah Covid-19 tersebut. Untuk hari ini dilakukan di Desa Tanimulya”, jelas Asep.

Menurut Asep, yang membuat Desa Tanimulya masuk zona merah Covid-19 tidak bisa dipungkiri karena mobilitas yang tinggi dari warganya. Ada warga yang beraktivitas di luar daerah lalu pulang ke Desa.

“Dari kondisi heterogen warga Tanimulya aktifitas kerja warganya cukup aktif karena hampir 70% bekerja di luar KBB seperti di Bekasi, Bogor, Tangerang, dan kota lainnya. Itulah yang mungkin memudahkan masuknya penderita Covid karena tertular dari luar wilayah Tanimulya”, jelasnya.

Terkait kondisi ini Asep mengatakan edukasi perlu diberikan kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri dimana sesuai arahan Pemerintah Pusat terhitung tanggal 6-17 Mei 2021 masyarakat tidak boleh mudik karena situasi pandemi belum rendah.

“Selain itu sesuai Instruksi Mendagri terhitung 4 Mei juga tidak boleh mengadakan kegiatan kumpul baik di rumah makan atau tempat tertentu. Maksimal 5 orang yang diperbolehkan”, pungkasnya.

banner 728x90
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan